Kurikulum SDDES
Kurikulum (intrakurikuler, co-kurikuler, ekstrakurikuler)
Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Nasional, berpusat pada peserta didik yang diperkaya dengan society-based problem dan emerging technologies based. Proses pengayaan dilakukan pada Pendidikan Agama Islam melalui verifikasi dan validasi agar bersesuaian dengan landasan Al-Quran dan As-Sunnah yang menstimulasi penanaman nilai-nilai religius dan moral terutama penguatan aqidah, pembentukan akhlak, adab dan aktivitas keislaman.
Kurikulum dirancang dengan memastikan aksesibilitas belajar bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus, melalui multi-ways pembelajaran, engagement, dan cara peserta didik menunjukkan pemahamannya terhadap materi sebagai prinsip utama implementasi pembelajaran berbasis desain universal (PBDU). Diversitas peserta didik yang dilayani yaitu peserta didik tipikal, peserta didik gifted dan talented, serta disabilitas dengan klasifikasi Autism, Deaf-blindness, Deafness, Developmental delay (DD), Emotional disturbance (ED), Hearing impairment, Intellectual disability, Multiple disabilities (MDS), Orthopedic impairment, Other health impairment (OHI), Specific learning disability (SLD), Speech or language impairment, Traumatic brain injury (TBI), Visual impairment, termasuk blindness.
Pembelajaran peserta didik mempertimbangkan preferensi, modalitas, dan kebutuhan berdasarkan asesmen, sekaligus memfasilitasi seluruh peserta didik yang memiliki diversitas dalam pembelajaran di kelas sebagai wujud pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan di ruang-ruang kelas. Desain pembelajaran akseleratif yang dibutuhkan masa kini dan mendatang berupa Club tahfizh, Club OSN, responsi, bimbingan konseling, dan metakognitif yang memacu motivasi berprestasi, literasi, dan kemandirian belajar. Minat, bakat, dan kreativitas dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan kesiswaan yang variatif, wisata pendidikan, class meeting, career day dan Student Creativity, multimedia, KACA (Kelompok Anak Cinta Alquran), karate, peneliti cilik, dan multimedia.
Kolaborasi seluruh sumber daya dioptimalkan agar mencapai fase kolaborasi tuntas (multi-inter-trans disipliner) sebagai keniscayaan sekolah inklusi. Karakteristik peserta didik dikenali melalui Compre-Asesmen baik pada dimensi akademik dan non-akademik guna merancang pembelajaran yang mengoptimalkan seluruh peserta didik dengan intervensi multi-tiers.